Debu, mengapa kau datang terus?
Aku hanya terdiam di rak ini
Menyaksikan, sepi.
Tetesan hujan terdengar dari jendela
Dingin bukan?
Aku tak butuh kehangatan.
Untuk apa? Pikirku
Jaket? Tak berguna.
Api? Kau tega?
Aku mudah terbakar,
karenanya aku mencoba bersabar.
Aku rindu
Aku rindu sentuhan angin di tiap lembar tubuhku.
Aku rindu lipatan kecil yang terbentuk di sisi pojokku.
Aku rindu pada tawa dan tangis yang tercipta olehku.
Aku rindu.
Sampai kapan aku harus menunggu?
Debu ini semakin membunuhku.
Aku tak ingin mengeluh,
namun aku rindu.
Aku rindu pada pemilikku.