Sunday, August 30, 2015

Pantaskah

Rintik hujan menemaninya, hingga berbalas keceriaan esok hari.
Pantaskah kau menyebutnya kesengsaraan sementara ia menghadirkan kau senyuman?

Nanti

Egoku tak sampai
Termenung dalam serangkai
Hilang berpeluh jiwa ini
Satu masa penuh nanti

Thursday, August 27, 2015

Batasan Jiwa

Kecup sampah dariku. Kau pikir semua sama? Kita hanya batasan jiwa yang mengelak. Sumpah yang tak khayalnya ombak, datang dan pergi begitu saja. Kau bangkitkan amarah bagai tsunami. Kau hanyutkan emosi bagai sampah. Sudikah aku mengenal dirimu? Aku tak tahu. Mungkin sendi-sendi ini mengilu karenamu. Oh, tak mungkin. Kau hanya batasan jiwa yang melayang. Kau berada dalam garis pengharapan, di ambang kehancuran.

Membiru

Dirundung pilu kau sebut namaku
Sepucuk daun membiru baru
Seekor elang sampai pada jarinya
Menghilang terhempas ego segala

Wednesday, August 26, 2015

Maaf

Maaf. 
Mungkin sepatah kata tak akan cukup. Diri ini menggantung. 
Harapan dan impian, apakah itu?

Maaf. 
Mungkin kita semua terlena oleh keadaan saat ini. Kita terbawa oleh suasana. 
Harapan dan impian, siapakah kamu?

Maaf. 
Mungkin harapan dan impianmu belum tercapai. Kami pun sebenarnya begitu. 
Harapan dan impian, yakinkah kamu?

Janganlah kau cemburu pada mereka, pada kami. Kami pun sama seperti kalian, hanya jalan cerita kita saja yang berbeda. Mungkin sekarang belum saatnya, tapi yakinkan dirimu bahwa semua akan indah pada waktunya dengan usaha dan doa. Karena kami, kita, manusia, diciptakan dari tanah dan akan kembali ke keadaan semula.

Friday, August 7, 2015

Pelangi

Halo pelangi, berjumpa lagi
Elok nian pancaran sinar
Menenangkan, oh kau tahu itu
Menembus batas imajinasi
Khayalan yang terbalut warna warni
Cantik, kau sebut aku
Tak kau lihat dirimu
Sederhana dengan keindahanmu
Menepis amarah itu
Bahagia bersamamu
Tak hanya bagiku

Iba

Iba iba iba
Ku iba pada pertemuan yang sia sia
Tapi layaknya udara di bumi
Tak ada pertemuan yang sia sia

Lalu iba ini harus pergi kemanakah?

Layaknya tuan tak berumah
Ia mencari mangsa baru
Namun sepertinya ia berhasil
Karena ia menemukanku
Bukan iba pada pertemuan yang sia sia
Namun pada potongan ceritaku

Kurasa serpihan bisa melukaimu
Tapi tak sedalam potongan kaca
Mungkin potongan ceritaku adalah serpihan itu
Yang selalu kunikmati namun ternyata melukai

Tapi tak selalu hal itu berlaku

Adapula potongan manis yang menyembuhkan
Namun ia tak selalu terlihat manis
Karena pembelajaran tak jarang terkesan pahit
Namun ia akan terasa manis
Jika kau mencernanya dengan bijak

Saturday, August 1, 2015

Fantasy

I want to fix the broken pieces that I had left behind
I cried so hard that it's getting numb 

Maybe the broken pieces are meant to heal
Maybe I was the one who weren't able to see the truth

I feel like all of this is just a fantasy

Twirling swirling curling

I hate to see what's going on
I might be the one who's pretending all along