Thursday, July 7, 2016

Pohon Kecil

Pohon kecil di tengah sawah
Terlihat anggun dengan padang hijau di sekitarnya
Mengapa kau sendirian?
Tidakkah kau kesepian?

Kulihat kau berdiri tegak,
terlihat cantik menawan
Daun daunmu indah bergerak
mengikuti iringan awan

Hei pohon kecil,
apa kabarmu di sana?
Terik matahari menyinarimu sepanjang hari
Hujan pun tak kalah hebatnya menyirami
Malam yang tenang, itukah yang kau nanti?

Hei pohon kecil,
pesan apa yang hendak kau berikan?
Kehidupanmu begitu keras,
kau pasti punya cerita dari berbagai aras

Sabar?
Ikhlas?
Menanti dalam kesendirian?

Hei pohon kecil, 
itukah pesannya?
Sederhana sekali rasanya,
kau yakin hanya itu?

Tersenyum?
Bersyukur?
Bahagia?

Hmm.
Baiklah, 
akan kucoba kawan.

Terima kasih pohon kecil,
tetaplah tegak berdiri dengan indah.
Aku harap kita dapat bertemu lagi,
dengan cerita yang dapat kubagi.

Saturday, July 2, 2016

Bogor Malam Hari

Ah, Bogor malam hari
Kiasan tak bermakna tak ada lagi artinya di hadapan langit
Gemerisik daun berbaur bersama kesunyian malam
Kanopi kanopi itu hidup di tengah gulita, menemani jiwa jiwa yang sengsara
Batang batang kokoh bergelayut manja di antara kerindangan
Paruh waktu emosi bernyanyi kembali,
menghidupi gemerlap malam di bawah awan berbintangkan mimpi
Memaksa diri bertanya untuk kesekian kali,
"Kenangan manakah yang kau lupakan kali ini?"



Tidak, tak ada.

Kembalilah

Kau dan aku, 

kutitipkan secuil rindu.
Rindu yang tak selayaknya kurasakan.
Kutitipkan ia kepada pemilikNya,
agar tak hilang arah tujuan.

Kembalilah rindu, 
ketika kau memang milikku.