Saturday, November 5, 2016

Bangunan Mungil

Tidakkah kau heran dengan bangunan itu? Terlihat roboh namun kokoh.
Terlihat mungil di antara pepohonan
Terlalu kecil bukan? Manusia pun tak sanggup masuk ke sana kiraku. Lalu siapa? Siapa yang sanggup dan mampu untuk masuk ke dalam bangunan mungil itu? Semutkah?
Ah aneh sekali bangunan itu. Mungkin yang dulu mendesainnya sedang mabuk, entah mabuk apa, yang pasti ia tidak waras.

Tapi lucu bukan? Bangunan itu berdiri sendiri, seakan memilih untuk dimengerti.

Sunday, September 18, 2016

Kembali

Merindukan sesosok ibu, salahkah?
Aku hanya ingin kembali merasakan hangatnya sebuah keluarga
tanpa perlu berpura pura bahagia,
atau bahkan merasa canggung di rumah sendiri.

Aku rindu ibu, Bu.
Aku sangat sangat rindu.

Saturday, August 20, 2016

Malam Menjelang Rindu

Langit menjelang biru dimana aku berteduh
Entah ini pagi, atau malam menjelang rindu
Penciptaku, aku tahu Engkau selalu berada di dekatku
Tapi mengapa terkadang aku rindu?
Padahal jarak-Mu begitu dekat dengan hamba-Mu
Segala masalahku terasa kecil ketika mengingat-Mu

Ya Allah, hanya kepada Engkau lah hamba kembali,
dan hanya kepada Engkau lah hamba memohon pertolongan.
Janganlah Engkau keraskan hati hamba Ya Allah, 
jangan Engkau biarkan mata ini kering karena kesombonganku Ya Allah.
Hanya kepada Engkau lah hamba berharap,
dan hanya kepada Engkau lah hamba berserah diri.

Thursday, July 7, 2016

Pohon Kecil

Pohon kecil di tengah sawah
Terlihat anggun dengan padang hijau di sekitarnya
Mengapa kau sendirian?
Tidakkah kau kesepian?

Kulihat kau berdiri tegak,
terlihat cantik menawan
Daun daunmu indah bergerak
mengikuti iringan awan

Hei pohon kecil,
apa kabarmu di sana?
Terik matahari menyinarimu sepanjang hari
Hujan pun tak kalah hebatnya menyirami
Malam yang tenang, itukah yang kau nanti?

Hei pohon kecil,
pesan apa yang hendak kau berikan?
Kehidupanmu begitu keras,
kau pasti punya cerita dari berbagai aras

Sabar?
Ikhlas?
Menanti dalam kesendirian?

Hei pohon kecil, 
itukah pesannya?
Sederhana sekali rasanya,
kau yakin hanya itu?

Tersenyum?
Bersyukur?
Bahagia?

Hmm.
Baiklah, 
akan kucoba kawan.

Terima kasih pohon kecil,
tetaplah tegak berdiri dengan indah.
Aku harap kita dapat bertemu lagi,
dengan cerita yang dapat kubagi.

Saturday, July 2, 2016

Bogor Malam Hari

Ah, Bogor malam hari
Kiasan tak bermakna tak ada lagi artinya di hadapan langit
Gemerisik daun berbaur bersama kesunyian malam
Kanopi kanopi itu hidup di tengah gulita, menemani jiwa jiwa yang sengsara
Batang batang kokoh bergelayut manja di antara kerindangan
Paruh waktu emosi bernyanyi kembali,
menghidupi gemerlap malam di bawah awan berbintangkan mimpi
Memaksa diri bertanya untuk kesekian kali,
"Kenangan manakah yang kau lupakan kali ini?"



Tidak, tak ada.

Kembalilah

Kau dan aku, 

kutitipkan secuil rindu.
Rindu yang tak selayaknya kurasakan.
Kutitipkan ia kepada pemilikNya,
agar tak hilang arah tujuan.

Kembalilah rindu, 
ketika kau memang milikku.

Thursday, May 12, 2016

Bacalah Aku

Debu, mengapa kau datang terus?
Aku hanya terdiam di rak ini
Menyaksikan, sepi.

Tetesan hujan terdengar dari jendela
Dingin bukan?
Aku tak butuh kehangatan.
Untuk apa? Pikirku
Jaket? Tak berguna.
Api? Kau tega?
Aku mudah terbakar,
karenanya aku mencoba bersabar.

Aku rindu
Aku rindu sentuhan angin di tiap lembar tubuhku.
Aku rindu lipatan kecil yang terbentuk di sisi pojokku.
Aku rindu pada tawa dan tangis yang tercipta olehku.
Aku rindu.

Sampai kapan aku harus menunggu?
Debu ini semakin membunuhku.
Aku tak ingin mengeluh,
namun aku rindu.
Aku rindu pada pemilikku.