Wednesday, August 26, 2015

Maaf

Maaf. 
Mungkin sepatah kata tak akan cukup. Diri ini menggantung. 
Harapan dan impian, apakah itu?

Maaf. 
Mungkin kita semua terlena oleh keadaan saat ini. Kita terbawa oleh suasana. 
Harapan dan impian, siapakah kamu?

Maaf. 
Mungkin harapan dan impianmu belum tercapai. Kami pun sebenarnya begitu. 
Harapan dan impian, yakinkah kamu?

Janganlah kau cemburu pada mereka, pada kami. Kami pun sama seperti kalian, hanya jalan cerita kita saja yang berbeda. Mungkin sekarang belum saatnya, tapi yakinkan dirimu bahwa semua akan indah pada waktunya dengan usaha dan doa. Karena kami, kita, manusia, diciptakan dari tanah dan akan kembali ke keadaan semula.

No comments:

Post a Comment