Kecup sampah dariku. Kau pikir semua
sama? Kita hanya batasan jiwa yang mengelak. Sumpah yang tak khayalnya
ombak, datang dan pergi begitu saja. Kau bangkitkan amarah bagai
tsunami. Kau hanyutkan emosi bagai sampah. Sudikah aku mengenal dirimu?
Aku tak tahu. Mungkin sendi-sendi ini mengilu karenamu. Oh, tak mungkin.
Kau hanya batasan jiwa yang melayang. Kau berada dalam garis
pengharapan, di ambang kehancuran.
No comments:
Post a Comment