Lepas aku hilang ditelan zaman
Menikmati arus deras ego mayoritas
Harap harap cemas perlukah kurasa?
Berpegang teguh pada keyakinan sulit rasanya
Hampa bukan berarti tidak ada
Berlaku untuk manusia karena kami bukan udara
Hampa pun kami tetap ada
Hampa itu hanya gambaran rasa
Hati yang hampa,
seperti ditelan lautan kekosongan
Ia hampa, tapi ada.
Mengertikah kau?
Oh sulit menurutku.
Bagaimana tidak?
Aku ini berbicara omong kosong
Tak ada keterkaitan yang kurasa
antara kata kata yang tertuang
Sedikit lebih kulihat diri
Terbalut dalam emosi
Sedih.
Iri.
Ah, apakah aku pantas?
Tengok saja dulu ke belakang.
Hidupmu sudah berkembang.
Kau sudah berenang, terbang
sejauh harapan dan cita yang terbentang
Ang
Ang
Apalah arti kesenangan
Jika dunia dan akhirat tak terelakkan.
No comments:
Post a Comment