Aku bisa menuliskan kata-kata meski tak mudah.
Kau tahu? Terkadang aku berharap hanya angin bisu yang mendengarkan.
Tak selamanya suara pecahan kaca akan terdengar.
Namun serpihannya selalu membekas. Bukti. Jejak. Pelacak menuju kenyataan.
Terkadang kau heran mengapa sekelilingmu tak peka terhadapmu, namun kenyataannya kau pun tak ingin didengar, tak ingin meninggalkan suara. Jejak. Bukti. Bukti bahwa kau rapuh.
Kau hanya ingin ada.
Pesona keramaian tak pernah berhenti kau kagumi.
Karena terkadang, memahami apa yang ada di sekelilingmu sudah cukup membuatmu hidup.
Sudah cukup menjadi bukti bahwa kau ada.
No comments:
Post a Comment